Pengaduan, kritik dan saran, silahkan kirim email ke wehearyou@estilamama.com. Terima kasih :)

EnglishIndonesian

MEMILIH JENIS KELAMIN BAYI

Seringkali pasangan suami istri ingin memiliki anak laki-laki dan perempuan, walaupun iklan KB berbunyi “dua anak saja, laki perempuan sama saja”. Jadi jika anak pertama laki-laki, maka seringkali untuk anak kedua pasangan tersebut ingin mendapatkan anak perempuan, dan sebaliknya.

Dulu kita berpikir hal itu semata-mata faktor keberuntungan. Sekarang dengan pengetahuan yang benar, kita dapat memilih jenis kelamin bayi yang akan kita kandung. Tapi tentu saja, dengan seijin Yang di Atas…

Nah seperti diketahui, sel sperma ada yang memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sedangkan wanita punya 2 kromosom seks yang sama yaitu X dan X. Bila dalam berhubungan intim, sperma X membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan (XX). Sebaliknya bila sperma Y yang membuahi sel telur, maka kromosom Y akan bertemu kromosom X sehingga akan mendapat bayi laki-laki (XY).

Masing-masing kromosom X dan Y memiliki karakter sendiri-sendiri. Karakteristik  sperma Y:
–  berbentuk bundar
–  ukurannya lebih kecil atau sekitar sepertiga kromosom X
–  bersinar terang
–  jalannya lebih cepat, namun lebih cepat melemah
–  usianya lebih pendek
–  kurang tahan dalam suasana asam

Sedangkan karakteristik sperma X:
–  bentuknya memanjang
–  ukurannya lebih besar
–  berjalan lamban namun punya stamina bagus
–  dapat bertahan hidup lebih lama
–  lebih tahan dalam suasana asam.

Berdasarkan karakteristik tersebutlah, maka dapat diusahakan beberapa strategi ini:

1.  Waktu melakukan hubungan intim.
Jika ingin memperoleh anak laki-laki maka hubungan intim harus dilakukan bertepatan atau segera setelah terjadi ovulasi (saat keluarnya sel telur dari indung telur atau masa subur, yakni 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya). Dengan begitu, sperma Y yang geraknya lebih cepat dan lebih dulu masuk ke dalam rahim dapat langsung membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan 3-4 hari sebelum ovulasi terjadi, sehingga pada saat ovulasi terjadi sperma Y sudah mati dan tinggal sperma X yang masih hidup dan membuahi sel telur.

2.  Menggunakan air bilasan untuk vagina.
Untuk mendapatkan anak laki-laki, sebelum berhubungan intim basuhlah vagina dengan air soda. Larutan ini dapat dibuat dari campuran 1 gelas air + 2 sendok makan garam soda (natrium bikarbonat soda). Dengan pembilasan ini, kadar keasaman vagina menurun, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur.
Untuk mendapatkan anak perempuan, basuhlah vagina dengan air cuka. Larutan dapat dibuat dari 1 gelas air dicampur 2 sendok makan asam cuka. Lingkungan vagina bersuasana asam diharapkan dapat mematikan sperma Y sedangkan sperma X selamat sampai tujuan. Volume sperma X yang banyak dapat meningkatkan kemungkinan menghasilkan anak perempuan.

3.  Orgasme.
Kemungkinan mendapatkan anak laki-laki akan lebih besar jika istri mencapai orgasme lebih dulu dari suami. Cairan vagina yang dihasilkan saat wanita mengalami orgasme bersifat basa sehingga sperma Y lebih mungkin selamat sampai ke sel telur.
Untuk mendapatkan anak perempuan, hindari orgasme. Dengan demikian ketika ejakulasi terjadi, vagina masih bersifat asam sehingga menguntungkan sperma X yang memiliki daya tahan yang lebih baik dalam suasana asam.

4.  Posisi hubungan seksual.
Cobalah posisi knee-chest (atau disebut juga doggie style) untuk mendapatkan anak laki-laki. Diduga posisi dimana suami bersetubuh dengan istri dari belakang ini bisa membuat sperma Y meluncur cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai ke sel telur.
Untuk mendapatkan anak perempuan, bisa coba melakukan hubungan intim dengan posisi saling berhadapan, yakni istri di bawah dan suami di atas. Posisi ini menyebabkan sperma tidak bisa langsung menerobos ke mulut rahim, sehingga menguntungkan sperma X yang memiliki stamina jangka panjang yang lebih baik.

5.  Penetrasi.
Semakin dalam penetrasi, maka sperma dapat langsung masuk ke leher rahim dan menuju sel telur. Hal ini menguntungkan sperma Y yang dapat bergerak cepat namun memiliki stamina yang buruk, sehingga bisa meningkatkan kemungkinan mendapat anak laki-laki.
Sebaliknya, untuk mendapatkan anak perempuan, saat suami ejakulasi lakukan penetrasi dengan cara mengangkat penis hingga ke ujung vagina. Hal ini menyebabkan perjalanan yang harus ditempuh sperma lebih panjang, sehingga menguntungkan sperma X yang sifatnya seperti pelari marathon dan juga lebih tahan terhadap suasana asam.

6.  Frekuensi hubungan seksual.
Untuk meningkatkan kuantitas volume spermanya, suami dianjurkan menabung spermanya atau tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari. Dengan jumlah sperma yang lebih banyak per mililiternya, kemungkinan mendapatkan anak laki-laki juga meningkat. Puasa seks juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya sperma X dari hubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum masa ovulasi. Bila ada sperma X tertinggal dalam organ reproduksi wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan jika dalam seminggu sebelumnya puasa seks dijalankan, maka sperma Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur.
Dengan seks teratur, volume sperma yang keluar otomatis lebih sedikit karena tidak ada sperma yang ditabung. Hal ini diyakini akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan. Kenapa? Sebelum mencapai sel telur, sperma harus melalui perjalanan berat. Sebagian sel sperma akan mati di perjalanan, terutama sperma Y yang berumur pendek. Akhirnya semakin lama jumlahnya akan semakin sedikit. Nah, untuk mendapatkan volume sperma yang sedikit, hubungan intim sebaiknya dilakukan setelah haid, setiap 2 hari sekali hingga 2-3 hari menjelang ovulasi. Dengan begitu, sperma X yang tahan lebih lama mungkin saja banyak yang masih tertinggal dan akan membuahi sel telur begitu ovulasi terjadi.

7.  Makanan yang dikonsumsi.
Jika ingin anak laki-laki, suami harus lebih banyak mengkonsumsi makanan yang bersifat asam sedangkan istri yang bersifat basa.
Sebaliknya untuk mendapatkan anak perempuan, suami sebaiknya mengkonsumsi makanan yang besifat basa sedangkan istri yang bersifat asam.
Makanan yang bersifat asam antara lain adalah: sayuran, buah-buahan, telur putih, susu. Makanan yang bersifat basa antara lain adalah: daging, seafood.

Selamat mencoba, dan berdoa tentunya. Semoga berhasil!

Referensi:
http://dranak.blogspot.com

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?